belajar menulis dengan beberapa tugas yang telah ada dan beberapa hal yang ingin disampaikan dengan metafora. selamat membaca, oh ya.. jika hendak mengutip beberapa info dari blog ini, mohon sertakan sumbernya ya.. ingat plagiat itu tidak baik lho. salam.... ws.ningrum

BTemplates.com

Mengenai Saya

Foto saya
wo shi filolog wo ye shi antropolog. dui, wo xi huan hanyu. jika ada yang mau kenalan, boleh kirim e-mail kakak :D oya, ws ningrum shi: windi susetyo ningrum
Diberdayakan oleh Blogger.

w.s.ningrum

w.s.ningrum
爱,我明白如果上帝不睡觉 我相信

8 Feb 2017

dari Kampus Biru ke Kampus Kuning


Assalamu’alaikum,
Hai kawan-kawan dan adik-adik semuanya, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya menuju antopologi di UI (Universitas Indonesia) yang sebelumnya saya menempuh pendidikan S1 di Sastra Indonesia Undip, mengambil peminatan Filologi. 


Alasan saya menulis artikel ini karena banyak adik-adik yang menanyakan berbagai hal, antara lain :
1. alasan saya masuk UI ?
2. kenapa mengambil antropologi? dan tidak lanjut pada Filologi saja?
3. kenapa memilih UI?
4. prospeknya gimana?
5. cara masuk UI gimana sii?
dan masih banyak pertanyaan lainnya yang akan saya uraikan pada artikel ini. 
sebelumnya, saya ucapkan terima kasih pada adik-adik yang bertanya demikian pada saya, mengenai perjalanan ngesot saya menempuh pendidikan antropologi di UI ini. terima kasih atas kepercayaannya menanyakan dan cerita pada saya tentang itu semua :D
mari kita saling mendoakan, agar kita bisa sama-sama sukses dan meraih mimpi dan cita kita masing-masing ya.. amiin. 

1.     Alasan memilih jurusan Antropologi di UI
Banyak sekali adik-adik yang menanyakan kenapa kok mlilih antopologi dan meninggalkan filologi?
Sebenarnya awal kali saya mau melanjutkan sekolah ke gelar magister ini dilema, antara tetap pada filologi atau memilih antropologi (pindah ke lain hati). Ketika bimbingan skripsi dengan dosen pembimbing saya (Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, M.A.) saya sering diceritakan mengenai antropologi dan skripsi saya, walaupun berkutit tentang naskah kuno, berbasa Jawa dan bertuliskan latin (kala itu) saya dibimbing untuk memakai folklore juga dalam penelitian itu.
Pertama kali mengenal folklore adalah di bangku kuliah S1 dengan bu Ken dan dilanjutkan dengan Prof Mudja sebagai dosen pengampu mata kuliah tersebut. Entah ada virus apa, saya semakin tertarik dan ingin terjun ke lapangan untuk megamati fenomena kebudayaan yang ada di masyarakat.
a.     Ketika kuliah Pengantar Penelitian Kebudayaan, saya mengambil tugas mengenai mitoni, saya lakukan sekuat dan sepenuh hati menjadi seorang peneliti, meski dalam perjalanan penelitian ada yang berkata “liat aja di internet kan banyak kaya gitu” hahhaa… mari kita beri senyum kecil saja karena orang itu bukan peneliti (#eh). Berikut saya lampirkan tugas kecil saya (ada di blog  ini juga, tentang mitoni. Maaf jika banyak kekurangan ya :D ) untuk kawan-kawa silakan dapat membaca tugas saya lihat di http://windisusetyothamrin.blogspot.co.id/2014/07/mitoni-tradisi-mitoni-di-desa-bojong.html semoga memberikan ide dan semangat adik-adik dalam berkuliah di Undip, khususnya anak Sastra Indonesia. Itu penelitian kecil saya, mohon maaf jika banyak kekurangan ya.. karena penelitian dan terjun ke lapangan hanya tiga hari saja. Perkuliahan ini saya mengambil dosen pengampu, Prof Mudja.
b.     Kuliah Sastra Lisan, perkuliahan ini saya sangat sedih dan tidak perlu diebatkan lagi tentang kesedihan itu apa. Intinya disini saya sedih. Namun penelitian saya juga lakukan dengan sepenuh hati dan terjun ke lapangan langsung, untuk menikmati rasanya observasi dan wawancara. Kali ini, saya mengambil penelitian terkait “asal usul desa Kedung Benda” di Purbalingga. Mohon maaf, untuk artikel ini belum saya share karena belum sempat dan saat ini laptop S1 saya masih belum dapat nyala kembali (sedih…) Insyaallah jika diberi kesempatan, saya akan share mengenai penelitian itu. Alhamdulillah walau sedih, nilainya masih bagus dan terselamatkan.
c.      Kuliah Kebudayaan Pesisiran, perkuliahan ini lagi-lagi saya mengambil dosen pengampu Prof. Mudja (hihi… kan boleh milih). Pada kali ini pun, saya melakukan penelitian tapi kurang imers karena fenomena tentang kebudayaan yang ada di daerah pesisir tidak dapat. Saya meneliti tentang tradisi “Kupatan”, di Kudus. Mohon maaf juga, artikel ini belum saya terbitkan di blog.
d.     Kuliah Kebudayaan Populer, kali ini pun saya memilih kelas yang diampu oleh Prof. Mudja (heheheee). Banyak sekali cerita tentang kebudayaan populer dan disangkut pautkan dengan antropologi. Disitulah saya semakin tertarik dan pensaran “apasih apasih….?” Tugasnya, saya kok lupa ya. Intinya belum saya terbitkan di blog saya.
e.      Kuliah pegkajian foklore, tentu saja ini adalah awal kali saya bertemu dengan Prof.Mudja… tentang bagaimana folklore dan aa sih ituuuuuu…. Hal ini sungguh menarik hari dan menajikan penasaran lebih. Di buku yang Prof. Mudja tulis tentang penelitian folklore beberapa diaitkan dengan antropologi dan ini sangat menarik bagi saya. Sementara untuk tugasnya, saya lupa meneliti apa, ketika bu Ken cerita tentang “ande-ande lumut” sementara ketika uas, saya menulis tentang…. Mohon maaf… saya lupaa… insyaallah jika laptop sudah benar akan saya posting di blog saya.
f.       Kuliah Metode Penelitian Filologi, hmmm  ini sungguh menarik karena berkutat dengan naskah kuno. Awalnya ingin meneliti tentang suku Baduy (kebiasaan mereka dengan alamnya) tapi, pihak jurusan kala itu mewajibkan untuk memilih naskah. Alhasil naskah “dolanan lare-lare” yang saya pilih, beberapa metode dan pendekatan yang saya gunakan kadang gonta-ganti yang pada akhirnya pun pilihan jatuh pada foklore dan semiotika. Silakan untuk adik-adik dan kawan-kawan bisa lihat skripsi saya di perpus Undip, mohon maaf jika skripsinya banyak typo ya ^^ dan saya juga merasamasih ada yang kurang. Oh ya, perjalanan sidangnya.. ini entah apa. Hehehe… aya diuji oleh pak Agus Maladi Irianto (bidang kajian Antropologi) dan bu Ken (filologi), dan tentunya Prof. Mudja sendiri,.. meski sebagai pembimbing, beliau juga menguji saya kok. Hehe.. alhamdulillah lancar sidangnya. Meski banyak yang beredar kalau  Pak Agus kalau nguji itu nakutin, tapi bagi saya tidak kok :D :D karena Pak Agus tidak menanyakan apapun kala itu… padahal wajah sudah pucat basi dan darah turun ke kaki semua rasanya. Udah deg-degan banget ketika pak Agus akan memberikan pertanyaan :D
g.     Penelitian dan penelitian. Beruntungnya saya ketika dekat dengan Alvidhiansyah Putra Anugerah (sosok lelaki yang banyak disebein dan ngaku ganteng, tapi bagiku enggak). Alvi sering memiliki ide tentang penelitian dan penelitian, awalnya sih hanya demi uang kami melakukan penelitian, tapi lama-lama asyik juga. Salah satu penelitian kami yang tembus ke PKM dan dapat uang, diampu oleh Prof. Mudja (hihihi..). Selama dengan Alvi, kami sering bareng (pure sahabat dan kami saling membenci satu sama lain. Kecuali kalau ada masalah kerjaan bareng dan organisasi pun bareng) entah angin dari mana kenapa Alvi memilih saya untuk menjdi partner penelitian dari semua ide –idenya itu. Secara tidak langsung, saya jadi semakin tertarik meneliti dan meneliti dan terjun ke lapangan kan…. Beberapa karya tulis yang pernah kami ikuti ialah 1) Teater Bangjo, maaf judul lengkapnya saya lupa. Alhamdulillah juara 2 #cieeedapetduithaha. (penelitian ini Cuma berdua tok)  2) tentang pengguasaan bahasa Jawa Krama, ambil subjek mahasiswa di FKM kala itu, maaf lagi judulnya lupaaa. Penelitian ini, alhamdulillah dapat duit juga #hehee. (berempat, dibantu dengan 2 orang kawan, Nisa dan Winda karena memang harus 4 orang) 3) tentang kesenian di Sragen, silakan lihat di blog saya tapi hanya sebagai rangkuman saja. Sementara untuk laporan lengkapnya saya tidak poskan disini, kawan-kawan bisa lihat di dikti #hehe, karena ini adalah PKM (ya demi duit awalnya). Berikut ringkasan tentang penelitian saya bersama dengan Nisa dan Winda (berempat), silakan baca ringkasannya di http://windisusetyothamrin.blogspot.co.id/2014/07/kelompok-kesenian-sedap-malam-sragen.html

Nah, dari pemaparan yang saya jelaskan berkenaan dengan bukti dan pengalaman yang saya jalani, ketertarikan dengan antropologi semakin cinta dan penasaran kan? Apalagi ketika bimbingan penelitian diampu oleh Prof. Mudja. Semakin kesini semakin pengen penasaran dan ketularan deh. Jadi kalau saya jawan “karena Prof. Mudja” nggak salah kan, jawaban saya :D
Masalah masuk UI atau Universitas lain saya kira ini adalah rezeki dan peruntungan saya masuk ke Universitas mana. Kala itu proses pendaftaran menuju S2 saya adalah :
a.     UI dan UGM buka pendafaran di jalur ganjil. Setalah pengumuman, saya tidak lolos, baik di UI atau UGM.
b.     UI buka pendaftaran di jalur genap, kebetulan sekali FIB tidak dibuka. Kala itu, masih galau antara filologi atau antropologi. Disini saya merasa Allah membimbing saya untuk memilih antropologi karena FIB tidak buka.
c.      Saat yang bersamaan dengan kejadian di b, UGM tidak buka. Nah disini saya merasa Allah juga memberikan saya jalan di UI.
d.     Alhasil dari semua itu, saya mengikuti arus dan masuk Antropologi UI.

Nah, sudah jelaskan mengenai bab yang saya ceritakan ini? J

2.     Cara masuk UI
Banyak yang tanya, saya mandiri atau beasiswa. Alhamdulillah, orang tua saya masih mampu membiayai kuliah saya untuk lanjut di gelar S2 ini dan saya memilih untuk biaya mandiri.
Kenapa tidak beasiswa? Alasan saya simpel, saya kira masih banyak kawan-kawan yang ingin meneruskan studi dan terkendala dengan uang. Bukannya saya kepedean dengan saya akan dapat beasiswa, tapi saya pikir tidak perlu karena saya merasa masih banyak yang membutuhkan beasiswa daripada saya. Biarlah, jika itu dikatakan rejeki saya (andai saya dapat beasiswa) biarlah diambil oleh orang yang lebih berhak atas itu. J simpel kan?
Ikut jalur apa? Disini saya ikut jalur Simak (Saringan Masuk). Jadi disini, kala itu testnya bahasa Inggris (toefl) dan TPA saja. Seperti ketika masuk S1, bedanya tidak ada tes seperti IPS dan IPA. Hanya TPA dan TOEFL.. (paham?) untuk TOEFLnya hanya structure dan reading (alhamdulillah tanpa listening).
TOEFLnya berapa mbak? Dulu TOEFL pas di SEU berapa? Saya akui kemampuan TOEFL saya sangat kurang dan aduuuhhhhh astagfirullaaaah…… entah kebetulan atau apa, ketika syarat kelulusan di Undip saya sekali langsung lolos dan ketika di UI pun saya tidak tahu berapa skor TOEFL saya… tahu-tahu ya saya sudah lolos UI, gitu aja. Kenapa kok saya bisa lolos? Ini juga sebuah rejeki dan anugerah dari Allah… (alhamdulillah). Saking pengennya kuliah dan memperbaiki TOEFL saya kemudian belajar TOEFL di pare, saya ambil kursus di OXFORD dan disana diberikan trik TOEFL, meski nilai saya kecil ketika tes di Pare, tapi pas di UI lolos kok… (alhamdulillah pokoknyaa) kawan-kawan yang penasaran triknya, silakan lihat di blog saya dan untuk lebih jelasnya, silakan kawan-kawan belajar di Pare.. nama lembaga kursusnya OXFORD (ciee promosi haha), berikut adalah 23 trik TOEFL yang saya dapatkan di OXFORD http://windisusetyothamrin.blogspot.co.id/2016/08/23-trik-toefl.html
Ada syarat apa saja sih, buat masuk UI? Karena saya tidak bisa memprediksikan dan menjamin yang akan datang persyaratan masuk S2 UI sama terus, silakan kawan-kawan dapat melihatnya dan update sendiri di http://penerimaan.ui.ac.id/id  ya.. pasti jelas, ada biaya kuliah, lengkap J
Testnya ambil dimana mbak, caranya gimana? Disitu kan yo ada pilihannya, mau di kota apa. Kalau saya sih, pilih yang dekat dengan keberadaan saya dimana kala itu. Ketika ada pilihan di Jogja, saya ambil tes di Jogja.. disana ada saudara juga dan ketika tes di UI saya menginap di rumah Ipul, dianter sama Mirza (#eh) kalau punya jaringan banyak kan enak, mau singgah kemana-mana ada yang menampung, hihii… kalau misalnya tidak ada kenalan atau saudara ditempat kita test tersebut, bisa kok nginep atau dilaju dari rumah. Kalau saran saya si nginep saja, biar besoknya seger dan tidak terburu-buru ketika tes. Hehehe. Penginapan banyak dan mencari pengnapan sekarang sudah mudah, dengan aplikasi apapun ada. Saran saya, ambil tempat menginap yang dekat dengan lokasi kita test dan pastikan H-1 sebelum test, kita sudah tahu dimaa ruangan dan bangku kita. Kalau telat kaaan….. huhuhuhuu.
Nah, dari pernyataan diatas sudah paham kan? Tentang cerita saya cara masuk UI  yang saya tempuh.

3.     Perkuliahan di UI
Menanyakan perbedaan kuliah di UI dan S2 itu seprti apa?
Saya tidak akan cerita banyak dan saya hanya mengungkapkan dari segi pandangan saya saja, sesuai dengan judul artikel ini (kalau ada yang beda pendapat ya monggo, saya tidak melarang) dan segi pandangan saya khususnya.
Kuliah di UI beda dengan di Undip, apalagi tingkatannya beda. Pastinya tingkat kesulitan lebih tinggi. Ketika di kampus Undip S1, membaca adalah sunah sementara disini, saat ini, membaca adalah wajib ‘ain. Kalau tidak membaca apa yang terjadi? Ya akan tertinggal dan merasa paling bodoh… karena kita dituntut untuk aktif berpendapat dan berfikir, bukan didulang lagi seperti anak SMA atau S1 kala itu. Tentu dong, ada bedanya ^^ yang pasti kuliahnya menarik dan membuat saya senang belajar. Sementara untuk bahan bacaannya, tidak usah khawatir harus mencri kemana, seprti kita dulu mencari sampai ke stadion ya? Disini sudah ada bagian tersendiri yang menyiapkan bahan bacaan untuk kuliah kita. Ada yang dari buku, pdf, artikel dan sebgainya. Perpusnya insyallah selalu ada untuk kita. Petugas perpusnya ramah dan siap membantu kita mencari bahan kok, baik di perpus pusat atau perpus antropologi.
Saya kira cukup ya, silakan adik-adik yang penasaran dan lebih penasaran lagi, untuk menikmati gelombang perkuliahan di antropologi UI. Iklim yang beda sikap kita pun harus beda.

4.     Prospek kerja Antropologi
Masalah kerjaan ya? Hmmmm saya kira ini hanyalah soal rejeki ya. Memang, banyak pertanyaan mengenai prospek dan kekhawatiran lainnya jika tidak bekerja, itu pasti ada dan tidak dapat dihindari. Kalau saya, insyaallah mau menjadi dosen di Undip (semoga itu rejeki saya… amiin.)
Kalau kita sudah cinta dengan antropologi, tidak menuntut untuk menjadi apa kan? Karena kita lebih mudah mengerjakan apa yang kita cintai daripada mencintai apa yang kita kerjakan.. betul? Hehe…
Silakan cek disini untuk prospek kerja http://www.kampuscenter.com/prospek-kerja-jurusan-antropologi-budaya/ dan masih banyak artikel lainnya yang menulis tentang prospek kerja… ikuti alur saja, mengalir dengan indah dan nyaman… hal ini akan terasa segar dan damai..

5.     Kehidupan di kampus dan kost
Di kampus dan di kost ya? Hmmm
Fasilitas kampus alhamdulillah lengkap.. ada bis kuning, ada PKM (klinik makara), kantin, WIFi, sepeda, dan sebagainya.
Ketika saya sakit, saya biasanya ke PKM.. untuk pendaftarannya cukup bawa KTM dan foto 3X4 atau seadanya, untuk mendapatkan kartu dan mengisi formulir (disini akan diketahui an dicatat tentang kesehatan kita, setiap kali kita periksa ke klinik). Selanjutnya ketika mau berobat cukup bawa kartu tersebut saja.. Gratis….. tidak bayar… pendaftarannya pun gratis. Kecuali ada tambahan, seperti cek darah dan sebagainya. Selain klinik umum ada pula klinik gigi.
Wifi ada disekitar kampus UI, sebagai mahasiswa UI kita diberi id dan pasword untuk masuk ke sso.ui.ac.id untuk login dan masuk ke wifi UI. Bisa akses jurnal, skripsi, tesis, disertasi, pokoknya lengkap…
Nah, yang terakhir kost dan biaya hidup.
Pastinya lebih mahal dibandingkan dengan di Semarang ya :D
Uang jajan saya naik 2 kali lipat dibanding ketika di Semarang. Tapi kalau kawan-kawan mau ngirit bisa kok.. caranya, cari kost yang ada dapurnya dan kita bisa masak sendiri. Paling irit saya pernah masak, beli bahan dan bumbu mentah seharga 20.000 bisa untuk 3 hari. Hehehe.. lumayan kan? J
Yang perlu dicatat jika mau hemat adalah bedakan antara apa yang kita inginkan (sekedar pengen doang) dengan apa yang kita butuhkan (sangat butuh tanpa terkecuali). Lebih baik gunakan uang untuk membeli buku dibandingkan dengan belanja yang tidak perlu kan? J J J
Saya sendiri, alamdulillah…
Uang kost 700rb/bulan (fasilitas wifi, kamar mandi dalam, air minum, kulkas, mesin cuci, dan dapur), biaya hidup sudah termasuk buku, makan, kebutuhan lain dan sebagainya, sekitar 2jtan… itu pun saya masih bisa nabung.
Kerja nggak mbak? Ketika diawal saya pure kuliah dan ketika seester dua saya ikut jualan, ya jualan online yang mudah saja… cari uang tambahan buat modal jalan-jalan atau masa depan. Hehe… yang paling laris adalah jualan olahan tuna, saya dapat dari mas Taufiq (sasing 2008). Jualan apapun deh.. yang penting halal…. Dan memudahkan kita untuk tetap kuliah. Yang pasti kalau sambil kerja, saya tidak mau kerja yang membebani perkuliahan saya.

Nah… saya kira cukup sekian ya teman-teman, berbagi sedikit tentang certa saya dari Kampus Biru (undip) ke kampus Kuning (UI). Perjalanan ngesot ini saya masih kuat dan pasti kuat, saat ini ketika tulisan ini dibuat, saya sedang menulis proposal thesis. Terima kasih untuk kepercayaan adik-adik yang mau curhat kepada saya. Saya tidak tahu ada beberapa orang yang membicarakan saya diluar sana, khususnya di Undip. Tapi apapun itu, saya ucapkan terima kasih atas perhatian adik-adik dan kawan-kawan semua.
silakan jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, bisa hubungi saya via FB atau WA. fb saya "Windi Susetyo Ningrum" untuk no WA yang belakangnya 5557 yap :) 

#nb: silakan kalau mau beli dagangan saya ya.. hehehee....
Wassalam…

-WSN-

23 Sep 2016

MENCARI TAHU IJAZAH (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, PERGURUAN TINGGI) DAN KTP ASLI/PALSU


Halo semuanya,
Saat ini, sudah bukan hal asing lagi jika banyak yang menggunakan ijasah palsu dan ktp palsu yah. Sudah banyak yang menggunakan dan sudah banyak pula yang goblok dengan cara menggoblokan diri “hari gini, main tipu-tipu. Ya kali, ini masih zaman batu. Pikiran elu aja kali yang masih primitif.”
Sebel banget kan, jika ada yang menggunakan ijazah palsu. Kita aja yang mati-matian belajar sampe muntah-muntah masih begini aja kemampuannya, gimana kalo yang pake ijazah palsu? Ya Tuhan… ampunilah kami. Sebenarnya bukan urusan saya juga, apa alasan mereka melakukan pemalsuan sedemikian rupa. Saya hanya menganggapnya ia ingin dilihat, dipandang, ingin praktis, dan entah apalagi. Belum melakukan penelitian penuh sejauh itu. Hanya saja saya ingin memaparkan, agar nanti jika suatu hari nanti jika kita mau nikah si jodoh tidak menggunakan identitas palsu atau jika jadi bos, karyawannya enggak sembarangan. Helooo kasian lah yang udah berdarah-darah menghadapi sidang menyambut kelulusan, tapi kalah saing sama si palsu.
Ingat yah, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai suatu hari nanti pasti busuknya akan tercium. Bangkai akan tetap menjadi bangkai dan selamanya tidak akan pernah menjadi berlian.



MENCARI TAHU IJAZAH ASLI DAN PALSU
1.      SD, SMP, SMA (dan sejenisnya)
Cara mengecek keberadaan siswa dari SD sampai SMA, salah satunya adalah dengan cara mengecek NISN-nya. NISN : Nomor Induk Siswa Nasional. NISN ialah kombinasi angka pengidentifikasi siswa  yang memiliki keunikan karena membedakan satu siswa dengan siswa yang lainnya. Sifatnya permanen, sehingga angka tersebut tidak berubah dari strata Sekolah dasar Hingga Menengah Atas (SD-SMA).
NISN tersusun atas 10 (sepuluh) nomor unik yang selalu didahuli oleh tiga angka yang merupakan tahun kelahiran siswa tersebut.
Misalnya yah, NISN 992449**** artinya siswa pemilik NISN itu lahir pada tahun 1992.

Manfaat NISN antara lain :
a.       Sebagai sarana identifikasi tiap siswa didik seluruh Indonesia dengan standar tertentu yang bersifat tetap da kontinu.
b.      Sebagai pusat layanan sistem pengelolaan nomor induk siswa secara online bagi unit-unit kerja baik di pusat, daerah, hingga sekolah yang bersifat standar, terpadu dan akuntabel berbasis teknologi infomasi.
c.       Sebagai sistem pendukung Dapodik dalam pengembangan dan penerapan segala program pendidik, baik di tingkat nasional maupun daerah.
     
Cara mengeceknya cukup dengan cara :
b)      Akan muncul kolom pencarian NISN dengan dua pilihan. Dapat mencari data siswa melalui NISN itu sendiri dan dapat dengan berdasarkan nama siswa tersebut
c)      Klik kolom cari
d)     Ketemu deh, nanti lihat ada info si siswa tersebut.
e)      Jika nomor NISN tidak diperoleh dan muncul tulisan “no records to display”. Siswa dapat meminta sekolah yang bersangkutan untuk membantu mengeceknya. Jika belum memiliki NISN, pihak sekolah dapat membuatkan NISN baru (sekolah yang dulu pernah kita buat menuntut ilmu, bukan sekolah orang lain yak. Hihi)

Biasanya kalo saya mencarinya dengan berdasarkan nama karena ndak hafal nomor NISN nya. Setelah itu akan mucul nomor NISN tersebut kok.
NISN nya biasanya saya copy saya kembali lagi ke halaman kolom pancarian itu. Paste NISN nya di kolom NISN. Ketemu deh identitas siswa yang saya cari.
Lumayan kan, buat bekal jalan kejujuran (kepoin orang) hahhaa. Sayangnya siswa tersebut daat dicari degan tahun kelahiran 1980 ke atas. Kalau perkiraan saya sih ya, tahun sebelum itu teknologi belum terlalu maju dan setelah ada teknologi, datanya hilang deh. Huhuu kan sedih…….. hehe. Selamat mencoba yah ^^

2.      Ijazah Perguruan Tinggi
Ini nih yang sering nipu udah lulus sarjana atau master atau doktor tapi pake ijazah palsu. Ih.. rasanya kalau lagi baca buku sampe muntah, pegngen deh mutah ke mukanya. Biar dia juga menelan muntahan-muntahan itu. Perjuangan yang diperjuangkan kalah dengan si palsu yang Cuma modal goblok doang. Apa kata kecoa di kamar mandi? Ya Tuhan, mudahkanlah kami dalam meimba ilmu dengan kesungguhan dan mudahkanlah kami dalam memperoleh hasilnya yang setimpal dengan perjuangan kami. Amiin.

Yuk, langsung aja kita kepoin data untuk mengetahui kebenarannya. Langkah yang dilakukan untuk mengetahui ijazah ini atau palsu, ada beberapa. Berdasarkan yang saya ketahui salah satunya adalah dengan melihat bentuk fisik ijazah tersebut (ternyata ada ini salah satu manfaat belajar kodikologi hehe) dan isi (data) dari ijazah tersebut.
a.       Dari Fisik
1.      Lihatlah dari sisi material, yakni pada kertas ijazah yang digunakan. Kertas ijazah asli menggunakan kertas dari Peruri (Perum Percetakan Uang Republik Indonesia).
2.      Hologram. Ijazah yang asli menggunakan hologram yang timbul namun menyatu dengan kertas, bukan ditempel.
3.      Setiap ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi menggunakan bahasa atau penomoran dengan kode tertentu.
b.      Dari Data
1.      Buka tautan http://forlap.dikti.go.id/mahasiswa
2.      Isi semua format yang tersedia. Antara lain nama perguruan tinggi, program studi, kata kunci (nama atau NIM), kode pengaman. Kalau kode pengamannya salah besar kecil spasi, dia nggak mau jalan. Mending klik gambarnya supaya dapat ganti dan kita dapat membacanya dengan baik dan benar. Di kolom perguruan tinggi, nanti muncul kok nama universitasnya. Seluruh Indonesia, ngisinya pakai bahasa Indonesia saja. Ini bukan Luar Negeri hoham. Sementara di kolom program studi, sebelumnya memang tidak muncul. Setelah mengisi kolom perguruan tinggi, muncul deh apa saja program studinya. Jadi nggak ngawur dan sekarepe dewek. Sudah terisi semua? Lalu klik kolom “cari mahasiswa”.
3.      Hasil pencarian nama mahasiswanya bisa saja lebih dari satu, jikalau nama tersebut di jurusan tersebut (baik lintas angkatan atau tidak) lebih dari satu pula. Baik singkatan spasi dan sebagainya yang sama.
4.      Pilih salah satu nama mahasiswa yang dituju, ada bedanya kok di NIM nya. Klik saja namanya (warnanya orange)
5.      Tara… setelah itu akan diketahui. Nama mahasiswa yang kita pilih tadi masih aktif atau sudah lulus. Kalau sudah lulus, ada loh tanggal kelulusannya. Tanggal masuknya juga ada kok. Kapan dia menjadi maba, kapan dia berhasil menyelesaikan deritanya menanggung skripsi/thesis/disertasi.

Cocokan dengan hard/soft file ijazah si palsu itu. Kalau sama berart dia jujur, kalau beda? Apa coba namanya selain bohong dan ingin menipu semua orang? Nipu sendiri juga. Yap! Bisanya sih orangnya nggak pernah bersyukur dan raut mukanya memilik hawa negatif. Hahahaaa
Oh ya, sampai lupa. Kalau misalnya di data yang kita temukan tadi, mahasiswa tertera masih aktif. Tapi ijazah sudah ada, bisa jadi dia sudah lulus loh. Tapi data itu belum terkirim sampai ke dikti. Cara mengetahuinya adalah dengan cara mendatangi lokasi (kampus yang bersangkutan) dan menanyakan kebenarannya. Saya rasa, pengolahannya tidak sampai lima tahun. Mungkin dua tahu kali ya, soalnya kan akreditasi per dua tahun sekali. Jadi setiap akreditasi data-data pasti akan diperbaharui lagi. (jika tidak tahu makna akreditasi, silakan buka KBBI. Baik buku atau yang online. -Kamus Besar Bahasa Indonesia- yah).


MENCARI TAHU KEBENARAN NIK KTP
Saya rasa sudah banyak sekali kawan-kawan kita yang menuliskan tentang NIK asli atau palsu. Beda atau sama dengan kebenarannya.Tapi tunggu dulu, ada oknum yang sudah mencatat kita di catatan sipil loh. Kapan? Ya pas pemilu itu. Dirimu akan dicatat dan pencatatan sipil untuk data dan kepentingan lainnya. Memangnya pejabat nggak punya kerjaan? Yang tidur doang mah itu beruang lagi hibernasi. Hahaha

Langkah yang sederhana dulu saja ya, menyamakan KTP dengan NIK nya. Emangnya sembarangan apa buat NIK -,-‘ tidur aah… eh, pastikan sebelum mengecek datanya. Lihat dulu KTP secara fisik ada yang mencurigakan atau tidak. Baik dari kejelekannya atau kegoblokan ngegitnya itu loh. Hehehe… burem burem ngrusak pemandangan.
Berikut caranya :
1.      NIK memiliki 16 (enam belas) digit angka yang memiliki informasi didalamnya. Anggap saja angka itu adalah ABCDEFGHIJKLMNOP. Nah, ini akan kita rinci.
2.      Kode AB: kode provinsi, si pemilik KTP tinggal.
3.      Kode CD: kode kabupaten atau kota, si pemilik KTP tinggal.
4.      Kode EF: kode kecamatan, si pemilik KTP tinggal.
5.      Kode GH: menunjukan tanggal kelahiran si pemilik KTP. Untuk membedakannya dengan perempuan tanggal lahir ditambah dengan 40. (misalnya tanggal 15 lahirnya, maka kode di ktp jadi 55. Contoh lagi, kode di KTP 62 maka ia adalah perampuan lahir tanggal 22. Nah, kalo di KTP kode lahirnya 23 itu tandanya dia laki-laki. Soalnya 23 tidak bisa dikurangi dengan 40). “bisa, jadi minus. Ya kali ada tanggalan minus. Capek deh….
6.      Kode IJ: bulan kelahiran, si pemilik KTP.
7.      Kode KL: digit terakhir tahun kelahiran, si pemilik KTP.
8.      Kode MNOP: nomor registrasi pembuatan KTP, diwilayahnya yang tanggal lahirnya sama dengan dirinya dengan nomor urut sesuai dengan angka di posisi MNOP.
9.       

Mudeng apa mubeng nih?
Yuk latihan saja.. biar nanti keluar kata “oooh…. Begitu”

Misalnya, nomor KTP : 3303057007920001. Nama pemiliknya aku rahasiakan ya. Alamat di Purbalingga, kec. Purbalingga, kab. Purbalingga. Jawa Tengah Tanggal lahir Sleman 30-07-1992.
Buat kolom ya, biar gampang mengidentifikasinya, like this :
Kode
Analisis
Di KTP
Benar/salah
33
Kode Provinsi Jawa tengah
Jawa Tengah
Benar
03
Kode kab/kota Purbalingga
Purbalingga
Benar
05
Kode kec. Purbalingga
Purbalingga
Benar
70
Tanggal lahir 70 -  40 = 30
Perempuan (karena bisa dikurangi 40)
30
Benar
07
Bulan lahir : 7 = juli
07 (Juli)
Benar
92
Tahun lahir 1992
1992
Benar
0001
urutan ke-1 pada saat pembuatan ktp tersebut dari sekian banyak orang yang lahir di tanggal 30 Juli 1992 di Sleman.
Simpulan:
ASLI

Nah, jika sudah mengerti tentang kode KTP kita akan lebih mudah kan, untk jaga diri dari kasus penipuan. Biasanya banyak penjual online yang menggunakan KTP palsu agar identitasnya tidak diketahui. Meski begitu, catatan sipil telah mencatat si pemilik KTP sesungguhnya dapat dilihat di : http://www.dukcapil.kemendagri.go.id/ceknik
Semoga artikel diatas dapat membantu teman-teman agar terbebas dari penipuan yah. Ingat jangan menyalahgunakan ilmu. Suatu saat pasti akan ada balasannya yang setimpal, entah di dunia atau di akhirat. Jika kita melihat ada kasus tersbut, mari kita laporkan saja kepada pihak yang berwajib dan meringkus juga tempat pemalsuannya. Mari hargai orang yang sungguh-sungguh. Bukan dengan cara instan dan mari pula kita hilangkan mata pencaharian yang tidak halal tersebut. Meskipun dia teman kita? Siapapun. Mari tutup mata siapapun dia, jika sudak ada predikat menipu dalam kalimat tersebut, untuk apa kita melindunginya?
Lebih baik kita melindungi orang yang tidak tahu bahwa dia tertipu dan agar tidak tertipu lagi bukan?
Ingat, ini bukan zaman berburu dan meramu. Semuanya serba bisa asalkan ada kemampuan. Kebudayaan seseorang juga terpengaruhi oleh lingkungan. Dan perubahan lingkungan mengikuti budaya yang berkembang. Kebudayaan adalah sebuah proses.

Semoga artikel ini bermanfaat ya..
Ingat Allah maha melihat dan ingat, sudah berapa dosa yang telah kita perbuat.
Yuk, introspeksi diri..menjadi lebih baik.






Sumber:
kemdikbud.go.id
dikti.go.id

http://blog.platechno.com/